Rabu, 09 Desember 2015

PROPOSAL PENELITIAN
TINGKAT SIGNIFIKANSI DAN PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI TERHADAP KEMISKINAN DI INDONESIA




Oleh :
RIA BETASARI
140110130046




UNIVERSITAS PADJADJARAN
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
PROGRAM STUDI MATEMATIKA
2015

DAFTAR ISI


Daftar Isi........................................................................................................................... ii
Bab I. Pendahuluan........................................................................................................... 1
1.1  Latar Belakang............................................................................................................ 1
1.2  Rumusan Masalah........................................................................................................ 1
1.3  Tujuan Penelitian......................................................................................................... 2
1.4  Manfaat Penelitian....................................................................................................... 2
Bab II. Tinjauan Pustaka................................................................................................... 3
2.1 Pertumbuhan Ekonomi................................................................................................ 3
2.2  Kemiskinan.................................................................................................................. 3
Bab III. Metodologi Penelitian......................................................................................... 5
3.1 Pendekatan.................................................................................................................. 5
3.2 Variabel yang Digunakan............................................................................................ 5
3.2 Ruang Lingkup Penelitian........................................................................................... 5
3.3 Teknik Analisis Data................................................................................................... 5
Daftar Pustaka................................................................................................................... 7















BAB I
PENDAHULUAN
1.1     Latar Belakang
Pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan merupakan indicator penting untuk melihat keberhasilan dari suatu negara. Setiap negara pasti berusaha mencapai pertumbuhan ekonomi yang optimal dan memperkecil angka kemiskinan. Di banyak negara, syarat utama untuk terciptanya angka kemiskinan yang terkecil adalah pertumbuhan ekonomi.
Bagi Indonesia yang tergolong negara berkembang, kemiskinan sudah sejak lama menjadi persoalan bangsa. Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dilakukan BPS, jumlah penduduk Indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan tahun 2009 tercatat masih cukup besar yakni, sekitar 32,5 juta jiwa atau lebih kurang 14,2 persen. Kondisi masyarakat yang hidup dalam kungkungan kemiskinan pada umumnya menderita kekurangan gizi, tingkat kesehatan yang buruk, tingkat buta huruf yang tinggi, lingkungan yang buruk dan ketiadaan akses infrastruktur maupun pelayanan publik yang memadai.
Menurut Sharp, seperti dikutip Kuncoro (2006), penyebab kemiskinan dipandang dari segi ekonomi adalah akibat dari rendahnya kualitas sumber daya manusia. Rendahnya kualitas sumber daya manusia ini disebabkan oleh rendahnya pendidikan, Kualitas sumber daya manusia yang rendah berarti produktivitasnya juga rendah, yang pada gilirannya upahnya juga rendah. Di sisi lain menurut Kartasasmita (1996) kondisi kemiskinan dapat disebabkan oleh rendahnya derajat kesehatan. Taraf kesehatan dan gizi yang rendah menyebabkan rendahnya daya tahan fisik, daya piker dan prakarsa.

1.2  Rumusan Masalah
1.                  Apa itu pertumbuhan ekonomi?
2.                  Bagaimana tingkat signifikansi dari pengaruh pertumbuhan ekonomi terhadap tingkat kemiskinan di Indonesia?
3.                  Bagaimana seharusnya solusi yang dilakukan oleh Pemerintah untuk memperkecil tingkat kemiskinan?

1.3     Tujuan Penelitian
1.                  Untuk megetahui apa maksud pertumbuhan ekonomi
2.                  Untuk mengetahui peranan pertumbuhan ekonomi dalam masalah kemiskinan
3.                  Untuk mengetahui tingkat signifikansi antara pertumbuhan ekonomi dengan     
           tingkat kemiskinan
4.                  Untuk mengetahui solusi terbaik untuk menurunkan tingkat kemiskinan

1.4     Manfaat Penelitian
1.                  Sebagai referensi
2.                  Dapat digunakan sebagai bahan informasi bagi pembaca atau peneliti lainnya
3.                  Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah penduduk miskin di
            Indonesia dan variabel-variabel yang signifikan mempengaruhinya






















BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1  Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.
Pertumbuhan ekonomi menunjukkan sejauh mana aktivitas perekonomian akan menghasilkan tambahan pendapatan masyarakat pada suatu periode tertentu. Perekonomian dianggap mengalami pertumbuhan bila seluruh balas jasa riil terhadap penggunaan faktor produksi pada tahun tertentu lebih besar daripada pendapatan riil 10 masyarakat pada tahun sebelumnya. Indikator yang digunakan untuk mengukur pertumbuhan ekonomi adalah tingkat pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) riil. Dari berbagai teori pertumbuhan yang ada yakni teori Harold Domar, Neoklasikal dari Solow, dan teori Endogen oleh Romer maka dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat tiga faktor utama dalam pertumbuhan ekonomi, yakni: 1) akumulasi modal yang meliputi semua bentuk atau jenis investasi baru, 2) pertumbuhan penduduk dan 3) kemajuan teknologi. Dalam kaitannya dengan kemiskinan diharapkan sumber-sumber pertumbuhan tersebut dapat menurunkan kemiskinan. Investasi melalui penyerapan tenaga kerjanya baik oleh sasta maupun oleh pemerintah, perkembangan teknologi yang semakin inovatif dan produktif dan pertumbuhan penduduk melalui peningkatan modal manusia (human capital).

2.2  Kemiskinan
Defenisi tentang kemiskinan telah mengalami perluasan, seiring dengan semakin kompleksnya faktor penyebab, indikator maupun permasalahan lain yang melingkupinya. Kemiskinan tidak lagi hanya dianggap sebagai dimensi ekonomi melainkan telah meluas hingga kedimensi sosial, kesehatan, pendidikan dan politik. Menurut Badan Pusat Statistik, kemiskinan adalah ketidakmampuan memenuhi standar minimum kebutuhan dasar yang meliputi kebutuhan makan maupun non makan. Membandingkan tingkat konsumsi penduduk dengan garis kemiskinan atau jumlah rupiah untuk konsumsi orang perbulan. Defenisi menurut UNDP dalam Cahyat (2004), adalah ketidakmampuan untuk memperluas pilihan-pilihan hidup, antara lain dengan memasukkan penilaian tidak adanya partisipasi dalam pengambilan kebijakan publik sebagai salah satu indikator kemiskinan. Pada dasarnya defenisi kemiskinan dapat dilihat dari dua sisi, yaitu: a) Kemiskinan absolut Kemiskinan yang dikaitkan dengan perkiraan tingkat pendapatan dan kebutuhan yang hanya dibatasi pada kebutuhan pokok atau kebutuhan dasar minimum yang memungkinkan seseorang untuk hidup secara layak. Dengan demikian kemiskinan diukur dengan membandingkan tingkat pendapatan orang dengan tingkat pendapatan yang dibutuhkan untuk memperoleh kebutuhan dasarnya yakni makanan, pakaian dan perumahan agar dapat menjamin kelangsungan hidupnya. b) Kemiskinan relatif Kemiskinan dilihat dari aspek ketimpangan sosial, karena ada orang yang sudah dapat memenuhi kebutuhan dasar minimumnya tetapi masih jauh lebih rendah dibanding masyarakat sekitarnya (lingkungannya). Semakin besar ketimpangan 8 antara tingkat penghidupan golongan atas dan golongan bawah maka akan semakin besar pula jumlah penduduk yang dapat dikategorikan miskin, sehingga kemiskinan relatif erat hubungannya dengan masalah distribusi pendapatan. Menurut Todaro (1997) menyatakan bahwa variasi kemiskinan dinegara berkembang disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu: (1) perbedaan geografis, jumlah penduduk dan tingkat pendapatan, (2) perbedaan sejarah, sebagian dijajah oleh negara yang berlainan, (3) perbedaan kekayaan sumber daya alam dan kualitas sumber daya manusianya, (4) perbedaan peranan sektor swasta dan negara, (5) perbedaan struktur industri, (6) perbedaan derajat ketergantungan pada kekuatan ekonomi dan politik negara lain dan (7) perbedaan pembagian kekuasaan, struktur politik dan kelembagaan dalam negeri. Sedangkan menurut Jhingan (2000), mengemukaan tiga ciri utama negara berkembang yang menjadi penyebab dan sekaligus akibat yang saling terkait pada kemiskinan. Pertama, prasarana dan sarana pendidikan yang tidak memadai sehingga menyebabkan tingginya jumlah penduduk buta huruf dan tidak memiliki ketrampilan ataupun keahlian. Ciri kedua, sarana kesehatan dan pola konsumsi buruk sehingga hanya sebahagian kecil penduduk yang bisa menjadi tenaga kerja produktif dan yang ketiga adalah penduduk terkonsentrasi di sektor pertanian dan pertambangan dengan metode produksi yang telah usang dan ketinggalam zaman.


BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Pendekatan
Analisis ekonometrika dalam penelitian ini menggunakan Model Persamaan Simultan (simultaneous Equations Models) oleh karena variabelvariabel yang diteliti saling berkaitan satu sama lain. Ada dua pendekatan untuk mengestimasi parameter pada sistem persamaan simultan. Pertama, metode persamaan tunggal atau yang dikenal sebagai metode informasi terbatas (Limited Information Methods) contohnya kuadrat terkecil tak langsung (Indirect Least Squares - ILS), kuadrat terkecil duatahap (Two-stage Least Squares - 2SLS), dan Limited Information Maximum Likelihood - LIML. Kedua, metode sistem (System Methods) yang dikenal sebagai metode informasi penuh (Full Information Methods) contohnya kuadrat terkecil tiga-tahap (Three-stage Least Squares - 3SLS) dan Full Information Maximum Likelihood – FIML (Gujarati.D, 2002)

3.2 Variabel yang Digunakan
Data atau variabel yang digunakan untuk mendapat informasi yang lebih akurat, maka digunakan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan pertumbuhan ekonimi di Indonesia.

3.3 Ruang Lingkup Penelitian
Ruang lingkup penelitian dibatasi hanya di Indonesia.

3.4 Teknik Analisis Data
Untuk menganalisis data tersebut maka ada 3 perhitungan yang harus ditentukan, yaitu :
1.      Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal atau tidak..
2.      Uji Homogenitas
Pengujian homogenitas adalah pengujian mengenai sama tidaknya variansi-variansi dua buah distribusi atau lebih
3.      Uji Stasioner
Uji Stasioner bertujuan untuk mengetahui apakah data tersebut stasioner atau tidak..
































DAFTAR PUSTAKA



Tidak ada komentar:

Posting Komentar