PROPOSAL
PENELITIAN
TINGKAT
SIGNIFIKANSI DAN PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI TERHADAP KEMISKINAN DI INDONESIA

Oleh
:
RIA
BETASARI
140110130046
UNIVERSITAS
PADJADJARAN
FAKULTAS
MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
PROGRAM
STUDI MATEMATIKA
2015
DAFTAR ISI
Daftar Isi........................................................................................................................... ii
Bab I. Pendahuluan........................................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang............................................................................................................ 1
1.2 Rumusan Masalah........................................................................................................ 1
1.3 Tujuan Penelitian......................................................................................................... 2
1.4 Manfaat Penelitian....................................................................................................... 2
Bab II. Tinjauan Pustaka................................................................................................... 3
2.1 Pertumbuhan Ekonomi................................................................................................ 3
2.2 Kemiskinan.................................................................................................................. 3
Bab III. Metodologi Penelitian......................................................................................... 5
3.1 Pendekatan.................................................................................................................. 5
3.2
Variabel yang Digunakan............................................................................................ 5
3.2 Ruang Lingkup Penelitian........................................................................................... 5
3.3
Teknik Analisis Data................................................................................................... 5
Daftar Pustaka................................................................................................................... 7
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan merupakan
indicator penting untuk melihat keberhasilan dari suatu negara. Setiap negara
pasti berusaha mencapai pertumbuhan ekonomi yang optimal dan memperkecil angka
kemiskinan. Di banyak negara, syarat utama untuk terciptanya angka kemiskinan
yang terkecil adalah pertumbuhan ekonomi.
Bagi Indonesia yang tergolong negara berkembang,
kemiskinan sudah sejak lama menjadi persoalan bangsa. Berdasarkan hasil Survei
Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dilakukan BPS, jumlah penduduk Indonesia
yang hidup di bawah garis kemiskinan tahun 2009 tercatat masih cukup besar
yakni, sekitar 32,5 juta jiwa atau lebih kurang 14,2 persen. Kondisi masyarakat
yang hidup dalam kungkungan kemiskinan pada umumnya menderita kekurangan gizi,
tingkat kesehatan yang buruk, tingkat buta huruf yang tinggi, lingkungan yang
buruk dan ketiadaan akses infrastruktur maupun pelayanan publik yang memadai.
Menurut Sharp, seperti dikutip Kuncoro (2006),
penyebab kemiskinan dipandang dari segi ekonomi adalah akibat dari rendahnya
kualitas sumber daya manusia. Rendahnya kualitas sumber daya manusia ini
disebabkan oleh rendahnya pendidikan, Kualitas sumber daya manusia yang rendah
berarti produktivitasnya juga rendah, yang pada gilirannya upahnya juga rendah.
Di sisi lain menurut Kartasasmita (1996) kondisi kemiskinan dapat disebabkan
oleh rendahnya derajat kesehatan. Taraf kesehatan dan gizi yang rendah
menyebabkan rendahnya daya tahan fisik, daya piker dan prakarsa.
1.2 Rumusan Masalah
1.
Apa itu pertumbuhan ekonomi?
2.
Bagaimana tingkat signifikansi dari
pengaruh pertumbuhan ekonomi terhadap tingkat kemiskinan di Indonesia?
3.
Bagaimana seharusnya solusi yang
dilakukan oleh Pemerintah untuk memperkecil tingkat kemiskinan?
1.3
Tujuan
Penelitian
1.
Untuk megetahui apa maksud pertumbuhan
ekonomi
2.
Untuk mengetahui peranan pertumbuhan
ekonomi dalam masalah kemiskinan
3.
Untuk mengetahui tingkat signifikansi
antara pertumbuhan ekonomi dengan
tingkat kemiskinan
4.
Untuk mengetahui solusi terbaik untuk
menurunkan tingkat kemiskinan
1.4
Manfaat
Penelitian
1.
Sebagai referensi
2.
Dapat digunakan sebagai bahan informasi bagi
pembaca atau peneliti lainnya
3.
Mengetahui
faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah penduduk miskin di
Indonesia dan variabel-variabel
yang signifikan mempengaruhinya
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara
secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu.
Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas
produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan
nasional. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan
pembangunan ekonomi.
Pertumbuhan
ekonomi menunjukkan sejauh mana aktivitas perekonomian akan menghasilkan
tambahan pendapatan masyarakat pada suatu periode tertentu. Perekonomian
dianggap mengalami pertumbuhan bila seluruh balas jasa riil terhadap penggunaan
faktor produksi pada tahun tertentu lebih besar daripada pendapatan riil 10
masyarakat pada tahun sebelumnya. Indikator yang digunakan untuk mengukur
pertumbuhan ekonomi adalah tingkat pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB)
riil. Dari berbagai teori pertumbuhan yang ada yakni teori Harold Domar,
Neoklasikal dari Solow, dan teori Endogen oleh Romer maka dapat diambil
kesimpulan bahwa terdapat tiga faktor utama dalam pertumbuhan ekonomi, yakni:
1) akumulasi modal yang meliputi semua bentuk atau jenis investasi baru, 2)
pertumbuhan penduduk dan 3) kemajuan teknologi. Dalam kaitannya dengan kemiskinan
diharapkan sumber-sumber pertumbuhan tersebut dapat menurunkan kemiskinan.
Investasi melalui penyerapan tenaga kerjanya baik oleh sasta maupun oleh
pemerintah, perkembangan teknologi yang semakin inovatif dan produktif dan
pertumbuhan penduduk melalui peningkatan modal manusia (human capital).
2.2 Kemiskinan
Defenisi
tentang kemiskinan telah mengalami perluasan, seiring dengan semakin
kompleksnya faktor penyebab, indikator maupun permasalahan lain yang
melingkupinya. Kemiskinan tidak lagi hanya dianggap sebagai dimensi ekonomi
melainkan telah meluas hingga kedimensi sosial, kesehatan, pendidikan dan
politik. Menurut Badan Pusat Statistik, kemiskinan adalah ketidakmampuan
memenuhi standar minimum kebutuhan dasar yang meliputi kebutuhan makan maupun
non makan. Membandingkan tingkat konsumsi penduduk dengan garis kemiskinan atau
jumlah rupiah untuk konsumsi orang perbulan. Defenisi menurut UNDP dalam Cahyat
(2004), adalah ketidakmampuan untuk memperluas pilihan-pilihan hidup, antara
lain dengan memasukkan penilaian tidak adanya partisipasi dalam pengambilan
kebijakan publik sebagai salah satu indikator kemiskinan. Pada dasarnya
defenisi kemiskinan dapat dilihat dari dua sisi, yaitu: a) Kemiskinan absolut
Kemiskinan yang dikaitkan dengan perkiraan tingkat pendapatan dan kebutuhan
yang hanya dibatasi pada kebutuhan pokok atau kebutuhan dasar minimum yang
memungkinkan seseorang untuk hidup secara layak. Dengan demikian kemiskinan
diukur dengan membandingkan tingkat pendapatan orang dengan tingkat pendapatan
yang dibutuhkan untuk memperoleh kebutuhan dasarnya yakni makanan, pakaian dan
perumahan agar dapat menjamin kelangsungan hidupnya. b) Kemiskinan relatif
Kemiskinan dilihat dari aspek ketimpangan sosial, karena ada orang yang sudah
dapat memenuhi kebutuhan dasar minimumnya tetapi masih jauh lebih rendah
dibanding masyarakat sekitarnya (lingkungannya). Semakin besar ketimpangan 8
antara tingkat penghidupan golongan atas dan golongan bawah maka akan semakin
besar pula jumlah penduduk yang dapat dikategorikan miskin, sehingga kemiskinan
relatif erat hubungannya dengan masalah distribusi pendapatan. Menurut Todaro
(1997) menyatakan bahwa variasi kemiskinan dinegara berkembang disebabkan oleh
beberapa faktor, yaitu: (1) perbedaan geografis, jumlah penduduk dan tingkat pendapatan,
(2) perbedaan sejarah, sebagian dijajah oleh negara yang berlainan, (3)
perbedaan kekayaan sumber daya alam dan kualitas sumber daya manusianya, (4)
perbedaan peranan sektor swasta dan negara, (5) perbedaan struktur industri,
(6) perbedaan derajat ketergantungan pada kekuatan ekonomi dan politik negara
lain dan (7) perbedaan pembagian kekuasaan, struktur politik dan kelembagaan
dalam negeri. Sedangkan menurut Jhingan (2000), mengemukaan tiga ciri utama
negara berkembang yang menjadi penyebab dan sekaligus akibat yang saling
terkait pada kemiskinan. Pertama, prasarana dan sarana pendidikan yang tidak
memadai sehingga menyebabkan tingginya jumlah penduduk buta huruf dan tidak
memiliki ketrampilan ataupun keahlian. Ciri kedua, sarana kesehatan dan pola
konsumsi buruk sehingga hanya sebahagian kecil penduduk yang bisa menjadi
tenaga kerja produktif dan yang ketiga adalah penduduk terkonsentrasi di sektor
pertanian dan pertambangan dengan metode produksi yang telah usang dan
ketinggalam zaman.
BAB
III
METODE
PENELITIAN
3.1 Pendekatan
Analisis
ekonometrika dalam penelitian ini menggunakan Model Persamaan Simultan
(simultaneous Equations Models) oleh karena variabelvariabel yang diteliti
saling berkaitan satu sama lain. Ada dua pendekatan untuk mengestimasi
parameter pada sistem persamaan simultan. Pertama, metode persamaan tunggal
atau yang dikenal sebagai metode informasi terbatas (Limited Information
Methods) contohnya kuadrat terkecil tak langsung (Indirect Least Squares -
ILS), kuadrat terkecil duatahap (Two-stage Least Squares - 2SLS), dan Limited
Information Maximum Likelihood - LIML. Kedua, metode sistem (System Methods)
yang dikenal sebagai metode informasi penuh (Full Information Methods)
contohnya kuadrat terkecil tiga-tahap (Three-stage Least Squares - 3SLS) dan
Full Information Maximum Likelihood – FIML (Gujarati.D, 2002)
3.2 Variabel yang Digunakan
Data atau
variabel yang digunakan untuk mendapat informasi yang lebih akurat, maka
digunakan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan pertumbuhan ekonimi di
Indonesia.
3.3 Ruang Lingkup Penelitian
Ruang lingkup penelitian dibatasi hanya di
Indonesia.
3.4 Teknik Analisis Data
Untuk menganalisis data tersebut maka
ada 3 perhitungan yang harus ditentukan, yaitu :
1. Uji Normalitas
Uji
normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal atau
tidak..
2. Uji Homogenitas
Pengujian
homogenitas adalah pengujian mengenai sama tidaknya variansi-variansi dua buah
distribusi atau lebih
3. Uji Stasioner
Uji
Stasioner bertujuan untuk mengetahui apakah data tersebut stasioner atau
tidak..
DAFTAR PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar